The Last Lecture

Posted by azdozz on Monday Jun 7, 2010

Randy Pausch, adalah seorang profesor ilmu komputer di Carnegie Mellon. Lantas, apa hebatnya Randy? Randy divonis terkena kanker pankreas, dan waktunya bahkan tidak lama lagi, dokter bahkan mengatakan kalau waktunya mungkin hanya tinggal hitungan bulan. Ada banyak orang yang juga terkena kanker pankreas. Tetapi, apa yang anda lakukan saat anda berada dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan dalam hidup anda? Apa yang dilakukan untuk membalik situasi itu bukan hanya menjadi lebih baik, tetapi juga menjadi lebih berguna untuk anda, dan untuk orang lain. Itulah yang dilakukan oleh Randy, dan itulah hebatnya Randy.

Adalah sebuah kebiasaan di Carnegie Mellon (dan banyak universitas lain tentunya) bagi para profesornya menyampaikan kuliah terakhir mereka. Kali ini giliran Randy. Saat kuliah terakhir, para peserta kuliah diajak untuk memikirkan pertanyaan yang sama, yaitu “kearifan apa yang akan kita tanamkan kepada dunia jika kita tahu ini kesempatan terakhir kita? Jika kita harus mati besok, apa yang kita inginkan sebagai pusaka atau warisan kita?”

Kuliah terakhir yang disampaikan Randy tidak bicara tentang kematian, sebaliknya justru tentang kehidupan dan harapan, tentang MIMPI MASA KECIL. What is your childhood dream? then, make it real…
Kuliah terakhir Randy berjudul “Really Achieving Your Childhood Dream” . Inilah yang kemudian mengubah seluruh sisi kehidupannya dan memberi dampak positif terhadap hadirin yang mendengarkannya. Lalu apa sebenarnya isi kuliahnya?
Randy menceritakan apa saja mimpi-mimpi masa kecilnya, mulai dari mendapatkan boneka beruang paling besar di pasar malam, menjadi salah satu designer animasi walt disney (walt disney imagineering), merasakan berada di ruang hampa, menulis artikel untuk World Encyclopedia, bermain untuk NFL (National Football League), dan menjadi Captain Kirk dalam film Star Trek. Hebatnya, hamper semua mimpi masa kecil itu menjadi kenyataan dengan keunikan caranya masing-masing.

Bagi sebagian orang, mungkin mimpi-mimpi itu hanyalah mimpi “kecil”. Tapi kemudian justru mimpi-mimpi itulah yang mengubah kehidupan Randy, menjadikannya manusia yang berbeda. Bagaimana ia berusaha untuk membantu setiap orang yang dikenalnya (minimal adalah para mahasiswanya) untuk dapat merealisasikan mimpi-mimpi masa kecil mereka, serta bagaimana kita dapat memaknai hidup bila kita tahu kalau kita hanya punya sedikit kesempatan, dan kesempatan itu akan segera habis.

“If you lead your life the right way, the karma will take care of itself. The dreams will come to you.” Itulah salah satu pesan dari Randy, dan itulah keyakinan yang terus menuntun Randy hingga akhir hidupnya.

Kuliah terakhir Randy sangat fenomenal. Bukan karena yang menyampaikannya adalah seorang yang sedang sekarat akibat kanker, tapi karena apa yang disampaikannya benar-benar menginspirasi. Rekaman kuliah terakhir ini dengan cepat beredar di youtube , kemudian juga dibukukan. Dan telah menginspirasi banyak orang yang menonton ataupun membaca bukunya.

Randy sendiri merekam kuliah terakhirnya tersebut bukan untuk sebuah kenangan semata-mata. Tetapi untuk ketiga anaknya, Dylan (6 tahun), Logan (3 tahun) dan Chloe (18 bulan). Randy sangat tahu bahwa kelak, ketiga anak-anaknya mungkin tidak akan ingat dengan jelas seperti apa sosok ayahnya. Mereka hanya akan mengenal ayahnya melalui foto dan cerita. Yang diinginkan Randi adalah agar kelak anak-anaknya bukan hanya mengenangnya (melalui rekaman kuliah terakhir itu), tapi juga yakin bahwa ayah mereka selalu mencintai mereka. Melalui rekaman kuliah terakhir tersebut, Randy ingin mengajarkan pada anak-anaknya, “how to live this life through achieving your childhood dreams”.

Rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.

Randy memberikan kuliah terakhirnya pada 18 September, 2007. Dan Jumat, 25 July 2008 yang lalu, Prof. Randy Pausch, akhirnya dikalahan oleh penyakitnya. Tetapi, Randy telah meninggalkan warisan yang besar, bukan hanya untuk anak-anaknya tetapi juga untuk semua orang yang mengenalnya (meski hanya melalui buku dan rekaman kuliah terakhirnya), tentang bagaimana memaknai hidup dan kehidupan, bagaimana membuat mimpi menjadi nyata, dan pelajaran tentang harapan.

“Brickwalls are there for a reason. They give us a chance to show how badly we want something. Only those who want it so badly can scale that brickwall., …Experience is what you get when you didn’t get what you wanted”

yang dapat kita ambil dari buku di atas adalah janganlah kita takut akan kematian karena kematian bukanlah akhir dari segalagalanya segala sesuatu yang sudah kita capai dalam hidup merupakan sebuah mimpi yang kita impikan sejak kecil. denagn penyakit yang parah Randy dapat memberikan sebuah pengajaran terakhir yang sangat bermanfaat bagi kita semua.

Uncategorized | add comments

Pencapaian Goal Setting

Posted by azdozz on Monday Jun 7, 2010

Dalam pencapaian goal setting yang telah saya buat dalam waktu 2 minggu tersebut. padaminggu pertama saya merasa kesulitan karena kontrol bola saya sudah tidak sebagus dulu. sehingga saya harus menyesuaikan kembali denagn keadaan bat[ pemukul] dan bola. namun seiring denagn latihan saya yang terus menerus rutin saya lakukan. dalam waktu 2 minggu persentase kegagalan saya adalah 5 dari 50 kali smash.
saya telah berhasil dalam melakukan goal setting saya dengan dukungan dari beberapa pihak yang telah membantu saya, mulai dari orang tua dan teman teman saya yang sudah membantu saya berlatih.

Uncategorized | add comments

Renungan Pertemuan 6

Posted by azdozz on Monday Jun 7, 2010

Kebaikan

kita haruslah menghargai segala kebaikan yang di berikan orang lain baik sekecil apapun. dengan menghargai kebaikan itu tentu orang tersebut akan merasa senang. karena apa yang dia berikan tidak sia sia. dan tentunya kita harus membalas kebaikan sesorang dengan kebaikan. sekarang sekarang ini lebih banyak kebaikan orang di salah gunakan . dengan seseorang baik bukan berarti ia akan selalu baik. orang orang berpikiran denagn selalu seseorang berbuat baik ia dapat di manfaatkan. tapi itu salah. kita harus menghargai dan membalas kebaikan tersebut.

Uncategorized | add comments

Renungan Pertemuan 11 – Just Do It -

Posted by azdozz on Monday Jun 7, 2010

dari kata just do it yang berarti lakukan saja. kita dapat menyerap bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini dapat kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita. terkadang ada beberapa orang yang sudah menyerah apabila dikejutkan denagn sebuah masalah yang belum pernah ia alami sebelumnya. orang tersebut akan lebih pesimis tidak bisa melakukan atau menyelesaikannya karena jalan pikirannya sendiri. bila kita berpikir semua pasti bisa kita jalani dengan baik mau seberapa sulitpun itu tentu dengan usaha yang tinggi akan dapat di laksanakan dengan baik. seseorang harus optimis akan hidupnya. baik yang kita suka mau tidak kita harus jalani itu semua.

“Just Do What You Must Do”

Uncategorized | add comments

Goal Setting

Posted by azdozz on Monday Jun 7, 2010

Saya ingin meningkatkan persentase keberhasilan smash dalam olahraga tenis meja, dengan melakukan latihan smash yang keberhasilannya 70% menjadi 90% dalam jangka waktu 2 minggu.

SMART
Spesific, goal setting ini menurut saya spesifik karena ini akan meningkatkan skill saya dalam bermain tenis meja
Measureable, dengan berlatih saya akan dapat mengembalikan bola dengan baik
Attainable, tentu dapat dengan banyak latihan saya yakin dapat diperoleh
Reachable, saya yakin bahwa goal setting ini dapat saya capai
Timebound, waktu 2 minggu merupakan waktu yang cukup untuk mencapainya

Berikut beberapa tanggapan teman-teman saya terhadap goal setting saya.

Yonathan : pendapat saya goal marandy sangat baik dan jelas tujuannya, serta rencana yang ia tentukan. jika ia mempergunakan waktu 2 minggu tersebut dengan baik

Adrian : menurut saya goal yang telah di tetapkan oleh marandy adalah goal yang sangat menantang. tujuannya jelas dan terarah. ia juga mampu menarget perubahan yang ia kehendaki. goal tersebut pasti dapat ia capai apabila melakukannya secara berkala dalam waktu yang telah ia tentukan.

Uncategorized | add comments

Viktor Frankl

Posted by azdozz on Friday May 21, 2010

Viktor Emil Frankl adalah seorang neurolog dan psikiater Austria serta korban Holocaust yang selamat . Frankl adalah pendiri logoterapi dan Analisis Eksistensial, “Aliran Wina Ketiga” dalam psikoterapi. Bukunya, Man’s Search for Meaning (pertama kali terbit pada 1946) mencatat pengalamannya sebagai seorang tahanan kamp konsentrasi dan menguraikan metode psikoterapisnya dalam upaya mencari makna dalam segala bentuk keberadaan, bahkan yang paling kelam sekalipun, dan dengan demikian juga alas an untuk tetap hidup. Frankl adalah salah satu tokoh utama dalam terapi eksistensial.
hal yang dapat kita serap dari Viktor adalah kesetiaan dan keyakinan akan beretemunya dia dengan istrinya walaupun belum tentu. namun dia yakin akan dapat bertemu kembali denagn istrinya. kita seharusnya juga yakin akan tujuan hidup kita walaupun sekarang ini kita belum dapat menentukan hasilnya nanti namun apa yang menjadi tujuan hidup kita kedepannya haruslah jelas. dengan penuh keyakinan bahwa tujuan kita akan tercapai.

Uncategorized | add comments

Suami Tewas, Istri Dirawat

Posted by azdozz on Friday Apr 16, 2010

TEGAL—Kemiskinan kadang membuat manusia terjerumus pada rasa putus asa. Himpitan hidup inilah yang membuat Sumardi, 50, warga Cabawan RT 04/RW 03 Kelurahan Margadana gelap mata dan memilih untuk segera mengakhiri hidupnya. Tragisnya, dia pingin mati bersama istrinya Dairah, 43, yang telah memberinya tujuh orang anak.
Informasi yang berhasil dihimpun, insiden berdarah ini terjadi Minggu (14/6) sekitar pukul 18.40 WIB. Saat itu Sumardi sedang melihat istrinya Dairah membakar ikan di dapur. Untuk kesekian kalinya dia mengajak sang istri untuk segera mengakhiri hidup yang terasa kian berat. Mendengar ajakan sang suami, Dairah menolaknya. Dia takut bila harus mengakhiri hidup dengan jalan tak wajar. Mendengar jawaban sang istri, Sumardi kalap dan berupaya mendorong sang istri yang sedang jongkok membakar ikan di tungku dapur.
Akibat dorongan itu, Dairah terjengkang dan langsung diinjak-injak tubuhnya oleh sang suami. Tanpa diduga sebelumnya, Sumardi tiba-tiba meraih pisau dapur untuk menghabisi istrinya, agar bisa mati secara bersama-sama dengannya. Pergumulan sengit pun terjadi antara pasangan suami istri tersebut. Sementara dua putra korban yang petang itu sedang menjalankan sholat magrib di dalam kamar tak kuasa melerainya. Sejurus kemudian Dairah berhasil meloloskan diri dari pergumulan tersebut, dan lari menuju halaman rumah.
Dairah petang itu sekuat tenaga menuju puskesmas terdekat, untuk berobat karena luka lebam di bagian mata dan rasa ngilu di sekujur tubuhnya akibat diinjak-injak sang suami. Sementara warga yang berupaya melihat kondisi Sumardi dibuat terkejut, setelah mendapati jasad lelaki bertubuh gemuk itu telah membujur kaku di dapur rumahnya dengan kondisi kepala bagian belakang bercucuran darah. Warga segera melarikan korban yang sudah tak bernyawa tersebut ke RSUI Harapan Anda. Tak berselang lama tim gabungan Polsekta Sumurpanggang dan Unit 1 Reskrim Polresta berupaya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi sekaligus mengorek keterangan warga terkait musibah tersebut.
Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni melalui Kapolsekta Sumurpanggang AKP Sunarto menyatakan, hingga saat ini upaya mengungkap teka-teki tewasnya Sumardi masih terus diselidiki tim dari Polresta. ”Tim penyidik Polresta butuh ke-terangan dari sang istri Dairah. Apakah tewasnya korban akibat perbuatannya sendiri, atau ada kemungkinan lain,” terangnya Senin (15/6) kemarin. Sementara dari pengakuan Dairah yang dikuatkan sejumlah kerabat dan tetangganya, terkuak ajakan bunuh diri yang dilontarkan Sumardi telah dilakukan beberapa kali.
”Saat kejadian listrik rumah padam. Saya sempat melihat istri korban menangis dan berjalan menuju puskesmas. Ketika warga berupaya masuk ke dalam rumah dan menyalakan lampu, terlihat korban sudah terbujur kaku di dapur,” terang Waluyo, 54, yang sempat membawa jasad korban ke RSUI Harapan Anda.
Sementara jasad korban usai dimandikan oleh pihak rumah sakit, diantar ke rumah duka pada pukul 12.15 WIB untuk disemayamkan di peristirahatan terakhir. Dan Dairah sendiri hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif tim medis RSUD Kardinah di ruang Lavender B akibat luka lebam di bagian mata dan sakit di sekujur tubuhnya. (her/ton)

Kejadian bunuh diri sering terjadi. dan rata rata hal ini terjadi karena keputus asaan dan tekanan ekonomi. orang merasa tidak kuat lagi untuk menjalani hidup ini. padahal tidak seperti itu semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. orang yang bunuh diri adalah orang ya tidak mau mencoba hanya meminta. seperti kejadian di atas seorang kepala keluarga yang seharusnya berjaung untuk keluarganya mengajak istrinya untuk pergi dari dunia bersama sama tanpa memikirkan sekitarnya. bila itu berhasil kalau tidak sang istri menjadi korban dan sekarat. justru ini akan membuat menderita pihak yang tidak meninggal.
jadi kejadian ini sangat membuat contoh yang tidak baik. karena Tuhan tidak pernah memberi kesulitan lebih dari batas manusia itu sendiri. bila ada masalah bicarakan terlebih dahulu jangan membuat hal gegabah seperti hal di atas.

Uncategorized | add comments

Aku terlahir 500 gr(gram) dan Buta. Miyuki Inoue

Posted by azdozz on Friday Apr 16, 2010

Bagaimana rasanya hidup tanpa mampu menikmati seluruh pemandangan di dunia yang penuh warna ini? Bagaimana rasanya hidup tapi selalu terancam oleh kematian yang dapat menjemput kapan saja? Hanya mengandaikannya saja mungkin kita tidak mampu, sudah takut lebih dahulu. Tapi bagi seorang Miyuki Inoue, hal itu harus ia hadapi dalam setiap detik napasnya.
Ayah Miyuki meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Hal itu menyebabkan ibu Miyuki, Michiyo, yang sedang hamil dirinya menjadi shock berat. Terlebih lagi keluarga ayah Miyuki tidak menyukai Michiyo sehingga ia harus menanggung kesedihan seorang diri. Akibatnya tubuhnya menjadi rentan, padahal kandungannya sudah mencapai 6 bulan.
Akibat rentetan kejadian tersebut, Michiyo harus melahirkan saat itu juga. Maka lahirlah Miyuki dengan berat hanya 500 gram, seperenam dari berat bayi pada umumnya. Begitu kecilnya Miyuki hingga dapat digenggam dengan satu tangan.
Dokter terus mengatakan agar Michiyo menguatkan hatinya karena hidup Miyuki hanyalah tinggal beberapa hari saja. Tapi Michiyo melakukan yang sebaliknya, ia terus memohon pada Tuhan agar Miyuki dibiarkan hidup. Michiyo terus menemani bayi mungilnya yang berada dalam inkubator. Hingga suatu hari Miyuki membuka matanya dan jari-jari mungilnya mengenggam jari Michiyo.
Miyuki memang selamat dari kematian yang telah divoniskan oleh dokter, tapi dengan resiko berbagai penyakit dalam tubuhnya yang bisa berakibat fatal bila keadaan tubuhnya memburuk. Dan ia pun harus rela hidup dalam gelap karena terkena ROP – Retinophaty of Prematurity, suatu penyakit yang mudah membuat mata bayi prematur mengalami kebutaan akibat terlalu banyak menghirup oksigen dalam inkubator.
Miyuki hidup hanya berdua dengan ibunya. Beliau bisa dibilang keras dalam mendidiknya, hingga terkadang membuat Miyuki tertekan dan merasa benci padanya. Bahkan pernah sekali ia ingin bunuh diri. Tapi semua itu karena ibunya ingin orang-orang tidak menganggap Miyuki berbeda. Perlahan Miyuki mulai mengerti sikap keras sang ibu, walau terkadang mereka masih sering bertengkar.
Michiyo, sang ibu, dengan setia terus mendampingi setiap kehidupan Miyuki. Hingga Miyuki bertekad kalau suatu hari nanti ibunya menangis, itu adalah tangisan bahagia. Bukan lagi tangisan karena kesedihan dan rasa lelah yang selama ini dialaminya.
Autobiografi Miyuki ini ditulis dan diterbitkan pada tahun 2000, saat ia berumur 16 tahun. Sebelumnya Miyuki pernah memenangkan lomba mengarang tingkat nasional Jepang untuk karyanya yang berjudul Air Mata Ibu dan cerpen berjudul Diriku Dalam Genggaman. Miyuki juga menerima penghargaan pendidikan Fukuoka atas karyanya. Kita juga dapat melihat kehidupan Miyuki dalam foto-fotonya yang terlampir dalam buku ini.
Miyuki mengajarkan pada kita bahwa sebuah keinginan yang disertai usaha keras dapat membuahkan hasil. Dan cacat fisik bukanlah suatu halangan baginya, justru menjadikan dirinya lebih terpacu dalam menggapai mimpi-mimpinya. Seperti yang dirinya katakan “Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras dari pada orang lain”.
Mengajarkan rasa syukur walaupun dengan banyak keterbatasan yang kita miliki. Mungkin kita sedih tapi….sedih itu untuk nanti, sekarang waktunya menikmati setiap hari yang kita lewati, setiap detik yang kita miliki. Mengajarkan pula arti penting keluarga

Bagaimana rasanya hidup tanpa mampu menikmati seluruh pemandangan di dunia yang penuh warna ini? Bagaimana rasanya hidup tapi selalu terancam oleh kematian yang dapat menjemput kapan saja? Hanya mengandaikannya saja mungkin kita tidak mampu, sudah takut lebih dahulu. Tapi bagi seorang Miyuki Inoue, hal itu harus ia hadapi dalam setiap detik napasnya.

Ayah Miyuki meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Hal itu menyebabkan ibu Miyuki, Michiyo, yang sedang hamil dirinya menjadi shock berat. Terlebih lagi keluarga ayah Miyuki tidak menyukai Michiyo sehingga ia harus menanggung kesedihan seorang diri. Akibatnya tubuhnya menjadi rentan, padahal kandungannya sudah mencapai 6 bulan.

Akibat rentetan kejadian tersebut, Michiyo harus melahirkan saat itu juga. Maka lahirlah Miyuki dengan berat hanya 500 gram, seperenam dari berat bayi pada umumnya. Begitu kecilnya Miyuki hingga dapat digenggam dengan satu tangan.

Dokter terus mengatakan agar Michiyo menguatkan hatinya karena hidup Miyuki hanyalah tinggal beberapa hari saja. Tapi Michiyo melakukan yang sebaliknya, ia terus memohon pada Tuhan agar Miyuki dibiarkan hidup. Michiyo terus menemani bayi mungilnya yang berada dalam inkubator. Hingga suatu hari Miyuki membuka matanya dan jari-jari mungilnya mengenggam jari Michiyo.

Miyuki memang selamat dari kematian yang telah divoniskan oleh dokter, tapi dengan resiko berbagai penyakit dalam tubuhnya yang bisa berakibat fatal bila keadaan tubuhnya memburuk. Dan ia pun harus rela hidup dalam gelap karena terkena ROP – Retinophaty of Prematurity, suatu penyakit yang mudah membuat mata bayi prematur mengalami kebutaan akibat terlalu banyak menghirup oksigen dalam inkubator.

Miyuki hidup hanya berdua dengan ibunya. Beliau bisa dibilang keras dalam mendidiknya, hingga terkadang membuat Miyuki tertekan dan merasa benci padanya. Bahkan pernah sekali ia ingin bunuh diri. Tapi semua itu karena ibunya ingin orang-orang tidak menganggap Miyuki berbeda. Perlahan Miyuki mulai mengerti sikap keras sang ibu, walau terkadang mereka masih sering bertengkar.

Michiyo, sang ibu, dengan setia terus mendampingi setiap kehidupan Miyuki. Hingga Miyuki bertekad kalau suatu hari nanti ibunya menangis, itu adalah tangisan bahagia. Bukan lagi tangisan karena kesedihan dan rasa lelah yang selama ini dialaminya.

Autobiografi Miyuki ini ditulis dan diterbitkan pada tahun 2000, saat ia berumur 16 tahun. Sebelumnya Miyuki pernah memenangkan lomba mengarang tingkat nasional Jepang untuk karyanya yang berjudul Air Mata Ibu dan cerpen berjudul Diriku Dalam Genggaman. Miyuki juga menerima penghargaan pendidikan Fukuoka atas karyanya. Kita juga dapat melihat kehidupan Miyuki dalam foto-fotonya yang terlampir dalam buku ini.

Miyuki mengajarkan pada kita bahwa sebuah keinginan yang disertai usaha keras dapat membuahkan hasil. Dan cacat fisik bukanlah suatu halangan baginya, justru menjadikan dirinya lebih terpacu dalam menggapai mimpi-mimpinya. Seperti yang dirinya katakan “Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras dari pada orang lain”.

Mengajarkan rasa syukur walaupun dengan banyak keterbatasan yang kita miliki. Mungkin kita sedih tapi….sedih itu untuk nanti, sekarang waktunya menikmati setiap hari yang kita lewati, setiap detik yang kita miliki. Mengajarkan pula arti penting keluarga

Walaupun ia tidak dapat berbuat apa apa karena kecacatannya itu tapi ia mau melihat senyuman ibunya. dan iya ingin berusaha untuk hidup. tidak menyerah dan berpasrah diri denagn kata-katanya “Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras dari pada orang lain”. jadi dengan sebuah kecacatan itu tidak berarti manusia itu tidak berarti.

Uncategorized | 4 comments

“there’s no day without grateful”

Posted by azdozz on Wednesday Apr 14, 2010

kutipan kata2 ini saya tulis dari apa yang saya alami sendiri..

saya merasa setiap hari kita perlu bersyukur atas apa yang telah di berikan. karena segala sesuatu yang kita terima berupa hidup, udara, air, teman, keluarga dan lain lain merupakan anugrah Tuhan yang paling berharga. tanpa teman dan keluarga tentu kita akan hidup sendiri. pernah suatu ketika saya merasa jengkel dengan hidup di salah satu hari. namun apa yang saya dapat dengan menjengkelkan 1 hari itu membuat saya semakin kehilangan arah di hari hari berikutnya. jadi bersyukur stiap hari merupakan sesuatu hal yang kecil namun sangat berarti bagi pikiran dan hati kita.

Uncategorized | add comments

Outliers

Posted by azdozz on Wednesday Apr 14, 2010

Buku Ouliers berisi dari dua bagian yang pertama peluang dan kedua Legacy.
buku ini menceritakan bagaimana sang penulis menggambarkan kesuksesan seseorang yang tidak cocok dengan bagaimana kita berprestasi. jadi tidak semua orang berprestasi akan sukses di kemudian hari.
hal ini terjadi karena adanya peluang dan kesempatan yang di pilih oleh orang tersebut, serta membuat keputusan yang pas sehingga apa yang ia kerjakan selalu sesuai dengan tujuan yang dia inginkan.
Buku ini juga membahas bagaimana peran keluarga, budaya, dan persahabatan masing-masing memainkan dalam keberhasilan seseorang, dan ia terus-menerus bertanya apakah orang-orang sukses berhak mendapatkan pujian yang kita berikan kepada mereka.
Gladwell menunjukan bahwa keberuntungan dapat berasal dari tanggal lahir seseorang.
Saya tertarik dengan fenomena yang terjadi di dalam buku ini pada bagian “orang kaya semakin kaya dan orang miskin miskin” dijuluki “akumulasi keuntungan” oleh Gladwell, sementara sosiolog Robert K. Merton menyebutnya “Efek Matius”
jadi dalam hidup terdapat banyak pilihan. namun kita harus memilih piliahn itu sebaik2nya karena kesempatan yang di berikan tidak datang 2x dan tidak akan sama.

Uncategorized | add comments